Selasa, 17 September 2019

Perkuat Nasionalisme, PWC ISNU Tegalwaru hadiri Ngaji Kebangsaan

Purwakarta, ISNU TGW- Majelis Mudzakarah Santri Purwakarta mengadakan Ngaji Kebangsaan, Sabtu (14/9/2019) di Bale Sawala Yudhistira. Acara ini dihadiri Sekda Purwakarta, Muspida, Anggota DPRD Fraksi PKB, Wakil Rois dan Katib Syuriah, Ketua PCNU, MWC NU, Lembaga dan Banom NU.
Acara yang dimulai pukul 14.30 ini dimulai dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Quran dan Sholawat oleh 8 Qori Tajug Gede Purwakarta. Kemudian dilanjutkan dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon.
Berikutnya Ketua Panitia dari Majelis Mudzakarah Santri Purwakarta, KH. Anwar Nasihin menyampaikan sambutannya. Beliau mengatakan bahwa Ngaji Kebangsaan ini begitu penting, alasan bahwa bangsa harus dikaji ialah saat ini di Indonesia banyak yang salah paham tentang hakikat kebangsaan itu sendiri. Hal lainnya kajian ini merupakan cara kader muda NU untuk membangun Purwakarta melalui pemikiran-pemikiran yang juga akan disalurkan dan didakwahkan di wilayah-wilayah Purwakarta.
Ketua PCNU, KH. Bahir Muchlis mempertegas dalam sambutannya bahwa Ngaji kebangsaan ini sangat penting selain juga Kajian-kajian yang biasa dilaksanakan di Pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama. Beliau juga berpesan agar NU harus bergerak terus dan faidahnya yakin akan dirasakan berikutnya.
Acara Ngaji Kebangsaan ini juga diapresiasi Sekda Purwakarta yang mewakili Ibu Bupati yang berhalangan untuk hadir, bahwa peningkatan Wawasan Kebangsaan ini sejalan dengan Program Pemerintah yang biasa dilaksanakan di Gempungan Urang Lembur tiap hari rabu bersama Polres dan Kodim. Selanjutnya beliau juga menerangkan pentingnya wawasan kebangsaan untuk menjadi benteng dampak negatif Perkembangan Teknologi dan informasi saat ini. Kemudian Harus ditingkatkan pula Rasa Nasionalisme, Kesadaran berbangsa dan bernegara, patriotisme sesuai nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan Undang-undang Dasar 1945
Acara inti yakni Kegiatan Ngaji Kebangsaan, Sahabat Asep Saepudin (Sekretaris Majelis Mudzakarah dan Sekretaris GP. Ansor Purwakarta) bertindak sebagai Moderator. Adapun Narasumber yang diundang adalah :

1.             Habib Abdullah Bin Muhsin, LC
2.             DR. Yayan Bunyamin
3.             Deni Ahmad Haidari

Tema yang diusung pada acara ini yakni "Budayaku Budaya Nusantara, Islamku Islam Indonesia" 
(red : Ahmad Saepudin)

Tiga Narasumber Mumpuni, Isi Ngaji Kebangsaan

Purwakarta, ISNU TGW - Hadir dan diundangnya Tiga Narasumber yang mumpuni pada Kegiatan Ngaji Kebangsaan (14/9/2019) di Bale Sawala Yudhistira Purwakarta ini memberikan pemahaman Kebangsaan yang lebih mendalam bagi para peserta yang hadir.
Acara yang digagas oleh Majelis Mudzakarah Santri Purwakarta Pimpinan KH. Anwar Nasihin ini menghadirkan tiga narasumber yaitu :
  1. Habib Abdullah Bin Muhsin, LC
  2. DR. Yayan Bunyamin 
  3. Deni Ahmad Haidari
Narasumber Pertama yakni Habib Abdullah Bin Muhsin menjelaskan bahwa Ngaji Kebangsaan ini sangat Penting, beliau mencontohkan bagaimana Negara yang tidak memperkuat Pemahaman kebangsaannya maka akan mudah terpropokasi dan terbawa pemahaman yang akan merusak dan menghancurkan bangsa dan negara itu sendiri.

Habib lulusan Syiria ini menceritakan Bagaimana Negara Suriah yang dulunya aman tentram namun kini yang sering terdengar adalah Serangan udara, bom, korban jiwa dan hal mengerikan lainnya. Beliau mengungkap bahwa salah satu asal muasalnya ialah kurangnya pengajaran akan nilai-nilai kebangsaan.

DR. Yayan Bunyamin Lulusan Universitas Belanda yang juga merupakan Ketua Aswaja Center menjadi Narasumber kedua, beliau menerangkan Tradisi Masyarakat Menurut Islam, NU dan Wawasan Kebangsaan. Beliau mengatakan bahwa Islam tidak melarang tradisi-tradisi/budaya yang baik selama tidak bertentang dengan nilai-nilai Islam itu sendiri. Semisal Puasa Asyuro (budaya Jahiliyah Quraisy dan Yahudi), dan Aqiqah. Karena Islam datang bukan untuk memberangus tradisi. bahkan beliau mengatakan wajib untuk melestarikannya.

Hal lainnya beliau mengatakan bahwa Negara yang aman adalah prasyarat merealisasikan keimanan kita, Nusantara adalah Sajadah Panjang, Tanah Indonesia sebagai tempat sujud, dan air Indonesia adalah untuk bersuci. Maka wajib hukumnya menjaga Tanah air Indonesia.

Pemateri Ke-3 yakni Ketua PW Ansor Jawa Barat Sahabat Deni Ahmad Haidari yang lebih mempertegas bahwa Indonesia sudah syar'i dan tidak perlu diberi embel-embel syariah.

Beliau juga mengatakan bahwa jangan takut ikut NU, sebab Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdiyah sudah sesuai ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Dalam kesempatan ini pula beliau menjawab alasan Banser sering menjaga gereja..dengan tegas beliau mengatakan bahwa jangan lihat menjaga gerejanya tapi lihat usaha Banser Dan GP. Ansor untuk menjaga perdamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Red :Ahmad Saepudin)

Lima Poin Penting Hasil Muskercab PC ISNU Purwakarta


Purwakarta, ISNU TGW - Pelaksanaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) PC ISNU Kab. Purwakarta telah dilaksanakan. Acara yang dibuka oleh Wakil Bupati ini telah menghasilkan beberapa kesepakatan-kesepakatan penting.

Berikut hasil-hasil Muskercab yang dilaksanakan pada Selasa, 17 September 2019 di Aula Janaka Purwakarta :
  1. Persiapan Pelantikan PWC ISNU Se-Kabupaten Purwakarta, yang akan dihadiri Ketua PP ISNU, Ketua Umum PBNU dan Wakil Presiden RI (KH. Ma'ruf Amin)
  2. Pengadaan Seragam ISNU
  3. Pengajian Islam Nusantara
  4. Inventarisasi Program PWC ISNU Se-Kabupaten Purwakarta
  5. Membahas usulan-usulan yang relevan lainnya (antara lain : Kesiapan ISNU untuk mengisi ruang-ruang Kegiatan Pengabdian di Masyarakat)
Musyawarah ini dipandu oleh :
  1. Ahmad Syaroni, SH (Ketua PC ISNU)
  2. Ceceng Abdul Qodir, S.Pd.I (Sekretaris PC ISNU)
  3. Eep Saepul Malik (PC ISNU)
  4. Tohir (PC ISNU)
(red : Ahmad Saepudin)

H. Sona Maulida berikan Orasi Ilmiah di Muskercab ISNU Kab.Purwakarta

Purwakarta, ISNU TGW - Musyawarah yang dilaksanakan pada Selasa, 17 September 2019 di Aula Janaka ini dihadiri banyak tokoh yang hadir diantaranya : Wakil Bupati Purwakarta, Kepala Kemenag, Wakil Rois Syuriah, Wakil Ketua Tanfidiyah PCNU, Banom-banom NU serta Semua Pengurus PC dan PWC ISNU Se-Kabupaten Purwakarta.

Pasca dibuka oleh Wakil Bupati, Kegiatan inti Muskercab diawali dengan Orasi Ilmiah yang disampaikan oleh Bpk. H. Sona Maulida yang termasuk juga kedalam jajaran pengurus Wakil Ketua PCNU Kab. Purwakarta.

Isi Orasi beliau diantaranya sebagai berikut :
  1. Hasil muskercab harus lebih mendalam, yakni  harus mampu menelisik lebih dalam ke diri, apa yang terjadi di diri dan sekeliling kita
  2. Ada 4 syarat Iman sebagaimana beliau kutip pendapat Abah Adang Cipulus pada kegiatan bedah buku Aswaja di Pendopo, yaitu : (a) Makrifat : mengenal diri, tuhan dan lainnya (b) Menerima seluruh hal terkait keimanan kita (c) Mengakui Keimanan (d) I'tikad benar-benar dengan menanamkannya di sanubari. Dan Makrifat inilah yang beliau tekankan kepada ISNU agar mampu mengenal Diri, Tuhan dan alam sekeliling kita
  3. Sebagaimana Pendapat Imam Ghozali, ada 4 Golongan Intelektual yaitu : (a) Orang yang mengetahui dan ia mengetahui bahwa ia mengetahui (b) Orang yang mengetahui namun ia tidak mengetahui bahwa ia mengetahui (c) Orang yang tidak mengetahui dan ia mengetahui bahwa ia tidak mengetahui, dan (d) Orang yang tidak mengetahui dan ia tidak mengetahui bahwa ia tidak mengetahui.. Kategori yang terakhir inilah yang beliau wanti-wantikan agar Pengurus ISNU tidak termasuk kedalamnya.
  4. ISNU ini adalah golongan Midle Class yang tugasnya menjembatani Lower Class (Rakyat yang hanya bisa menghidupi dirinya tidak untuk yang lain) dan Elit Class (Pemegang Kebijakan)
  5. Mengutip Caknur yang mengatakan bahwa 10 sampai 20 tahun ada dua karakter organisasi yang akan bubar, yaitu : (a) Pintar di Organisir namun tidak punya makna perjuangan (b) Tidak pintar diorganisir juga tidak dimenej dengan benar. Maka Tugas ISNU berikutnya menurut beliau adalah memperkuat Institutional Building.
  6. Rumuskan apa yang akan dilaksanakan oleh ISNU dan terlebih dalam rangka melestarikan Ajaran Ahlussunnah wal Jamaah AnNahdiyah yang sekaligus sebagai aktualisasi tugas Manusia itu sendiri sebagai Khalifah fil Ardi.
(Red : Ahmad Saepudin)

PWC ISNU Tegalwaru beserta Kecamatan lainnya ikuti Muskercab PC ISNU Purwakarta

Purwakarta, ISNU TGW - Pimpinan Cabang ISNU Kabupaten Purwakarta Masa Khidmat 2018-2020 menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) di Aula Janaka Purwakarta (17/9/2019). Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dihadiri banyak tokoh diantaranya Wakil Bupati, Kepala Kemenag, Anggota DPRD, Wakil Rois Syuriah, Wakil Ketua Tanfidiyah, Banom NU, Pengurus PC ISNU dan PWC ISNU Se-Kabupaten Purwakarta.

Muskercab ini diawali dengan Pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an Oleh Sahabat Muhtar Hasanudin, kemudian dilanjut dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya. 

Acara Sambutan-sambutan menjadi rangkaian acara berikutnya, diisi oleh beberapa sambutan, yakni Ketua PC ISNU, Dewan Ahli PC ISNU, Wakil Rois Syuriah PCNU dan terakhir dari Wakil Bupati Purwakarta yang sekaligus membuka acara Muskercab secara resmi.
Ketua PC ISNU, Sahabat Ahmad Syaroni, SH mengatakan Muskercab ini menjadi agenda awal setelah sebulan penuh semua pengurus PC melaksanakan Roadshow Revitalisasi PWC ISNU se-Kabupaten Purwakarta. Kemudian beliau juga mengajak kepada Semua PWC yang hadir agar berkomitmen dan bersikap untuk menjadi bagian dari Taswirul Afkar (Gerakan Keilmuan dan Intelektual) sehingga kedepan ISNU harus mampu menjadi organisasi yang memiliki kekuatan intelektual untuk menjawab berbagai persoalan bangsa.
Berikutnya Sahabat Ramlan Maulana, M.Hum selaku dewan ahli/pakar PC ISNU memperkuat penyampaian sebelumnya, Bahwa Muskercab ini adalah satu idealisme besar ISNU untuk melahirkan ide segar sebagai aktualisasi Taswirul Afkar tadi. Selanjutnya ISNU Purwakarta yang baru berdiri sejak tahun 2013 ini harus melanjutkan perjuangan dan melahirkan Pemikiran-pemikiran sebagaimana tokoh-tokoh NU selama ini. Meskipun terkesan anti mainstream tapi bertujuan lurus demi bangsa dan negara Indonesia. Beberapa contoh beliau utarakan, diantaranya bagaimana Ketika NU melahirkan sikap bahwa daerah jajahan belanda adalah Darul Islam, Bergabungnya NU jadi bagian dari Nasakom, Menyatakan Soekarno sebagai Waliyul Amri Dharuri Bissyaukah saat gencar-gencarnya pemberontakan DI/TII, berbagai kebijakan Kontoversi Gusdur dan terakhir saat Ketua PBNU KH.Said Aqil Siradj dengan Kajian Islam Nusantaranya, serta bagaimana NU memilih Demokrasi Pancasila sebagai garis tengah disaat ramai-ramai yang lain memproklamirkan negara agama atau sekuler. Maka ISNU saat ini harus mampu meneruskan dan menaladani perjuangan tokoh-tokoh NU, tentu atas dasar intelektual dan kecerdasan.
Sambutan yang tak kalah menarik disampaikan oleh Wakil Rais Syuriah PCNU yakni KH. Ahfaz Fauzi Asyikin yang menjelaskan bahwa NU bukan sekedar Organisasi Masa tapi juga ada pengkaderan didalamnya. Dan menjadi NU itu harus kaffah yakni sejalan dalam hal Amaliyah, Fikroh dan Harokahnya. Selanjutnya ISNU yang didalamnya terdiri dari banyak Sarjana, harus mampu menampilkan ciri-ciri kesarjanaannya diantaranya : Berpola pikir kritis sistematis, memilki sensitifitas yang tinggi, Responsibility dan memiliki Rasa Patriotisme.
Selanjutnya, Wakil Bupati Purwakarta H.Aming yang mewakili Ibu Bupati untuk menyampaikan sambutan dan membuka muskercab secara resmi. Beliau berpesan agar ISNU tidak hanya bergerak di pemikiran dan gagasan saja, tapi juga harus punya komitmen dan aksi nyata untuk mendukung dalam aspek pendidikan, keagamaan dan aspek lain yang menjadi tugas ISNU untuk Pembangunan di Kabupaten Purwakarta.

Acara pembukaan Muskercab diakhiri dengan Do'a yang dipimpin oleh Bpk. Agus Solehudin. dan acara dilanjutkan dengan Musyawarah yang dipandu oleh PC ISNU Purwakarta. yang sebelumnya diisi dengan Orasi Ilmiah dari H. Sona Maulida.
(red : Ahmad Saepudin

Minggu, 15 September 2019

Program Kerja Tahap 1 disusun PWC ISNU Tegalwaru

Tegalsari, ISNU TGW- Pasca Revitalisasi PWC ISNU Tegalwaru, para pengurus ISNU Tegalwaru langsung tancap gas untuk menunjukan eksistensi dan pengabdiannya, diantaranya membuat blog ISNU, menghadiri kegiatan-kegiatan di Wilayah Tegalwaru dan secara lebih spesifik, disusun beberapa program yang akan dilaksanakan dalam waktu terdekat.

Jum'at Malam (13/9/2019) di Pondok Pesantren Nurul Huda Cijati, Pengurus PWC ISNU Tegalwaru berkumpul untuk merumuskan Program Kerja yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, beberapa program yang dihasilkan dalam pertemuan ini, diantaranya :
  1. Penelusuran dan Pembuatan Buku/Modul terkait Sejarah Islam dan NU di Tegalwaru
  2. Membuat Blog dan Website ISNU Tegalwaru
  3. Membuat Unit Usaha dan Pelatihan-pelatihan
  4. Pendataaan Pesantren dan Lembaga lain serta fasilitasi Kelengkapan Legalitasnya
  5. Mengadakan Kajian dan Diskusi
  6. Pengadaan Rapat, Penyediaan KTA dan Seragam ISNU
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan Kajian dengan Topik "Meningkatkan Peran ISNU di Tegalwaru" dengan Narasumber sebagai berikut :
  1. Ust. Daud Hamdani (Ketua MWC NU Tegalwaru)
  2. Ust. Samid Luki Kusaeri, S.Pd.I (Sekretaris MWC NU Tegalwaru)
  3. Ust. Anton Jaelani (Bendahara MWC NU Tegalwaru)
  4. Sahabat Iwan Ridwan (PC ISNU Purwakarta)
(Red : Ahmad Saepudin)

Sabtu, 14 September 2019

Rekap Kajian dan Diskusi

  1. Segala Hal tentang ISNU (Bagian 1)
  2. Segala Hal tentang ISNU (Bagian 2)
  3. Meneguhkan Islam Nusantara (Hal 112-113)
  4. Meneguhkan Islam Nusantara (Hal 113-116)
  5. Mengenal Kecamatan Tegalwaru
  6. Sejarah Islam di Kabupaten Purwakarta dan Kecamatan Tegalwaru
  7. Tradisi Amaliah NU
  8. Pondok Pesantren di Kecamatan Tegalwaru
  9. Sejarah Nahdlatul Ulama di Kabupaten Purwakarta dan Kecamatan Tegalwaru
  10. Data SD, SMP, SMA Sederajat di Kecamatan Tegalwaru
  11. Data Masjid di Kecamatan Tegalwaru
  12. Medsos NU, Lembaga dan Banom
  13. Nahdlatul Ulama Dalam Dinamika Bangsa
  14. Kisi-kisi Kajian Islam Nusantara
Lebih lengkap terkait isi Kajian dan Diskusi, silahkan cari di menu Search (di Sebelah Kanan Atas)